Jumat, 19 Juli 2013

APA KATA SOFIE RAZAK - Tulisan Asli

Kali ini hampir habis dayaku *singasong, hi there! setelah mengunjungi situs www.balikpapanartfoaundation.blogspot.com, saya mencoba menelaah dan menoleh kembali ingatan lima tahun yang lalu. Naluriah, sifat dasar manusia yang mencari sekutu untuk memperkuat minat dan kesukaan. Organisasi seni dan budaya di Balikpapan hingga saat ini masih bisa dihitung dengan jari.


Lahirnya Balikpapan Art Foundation, merupakan salah satu perwujudan konkrit dimasa kejayaannya. Masih teramat jelas dalam ingatan saya, mengapa kami yang dulu mengaku anak muda dan hingga kini masih merasa sangat muda (hihihi..), memberanikan diri serius dalam percaturan seni dan budaya di kota Balikpapan.

Mengapa dikatakan serius, artinya organisasi ini dilegalkan dalam surat akte notaris semata untuk menyelamatkan beberapa pemikiran yang berasal dari diskusi para anggotanya. Berpikir kedepan, bagaimana organisasi ini nantinya mampu mewadahi kinerja seni dan mengapresiasikannya untuk negeri.

Merunut sejarah terbentuknya komunitas BAF di kota Balikpapan, awalnya tidak hanya bicara tentang dukungan terhadap geliat seni dan budaya di Balikpapan, tapi ketidakperdulian dari pihak-pihak yang seharusnya peduli inilah merupakan babak yang paling menggemaskan. Dengan mudah saya berbicara seperti ini, karena saya (kala itu) juga menjadi salah satu dari anak muda yang gelisah, turut membidani lahirnya BAF, en..ga kerasa sekarang si BAF udah berusia lima tahun.

Nah..dewasa ini, kota Balikpapan yang terkenal dengan slogan kota jasa dan perdagangan mulai dilirik oleh sejuta investor diluar sana, keanekaragaman budaya akibat pergerakan manusia ini membuat saya tidak berputus asa untuk menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu nilai baik dari kota ini. Saya memang bukan seniman, tapi saya penikmat seni, kerjaan saya hanya menulis dan menulis apa yang saya lihat dan rasakan.

Mimpi muluk BAF saya nilai masih realistis, terlebih semakin banyak dukungan dari sebagian warga Balikpapan untuk tetap memberi ruang dalam kesehariannya bagi kemajuan seni dan budaya di kota ini. Buktinya? asupan-asupan berupa pertunjukan or pameran seni masih tumbuh meskipun tidak sesubur kawasan industri atau mall yang ada di kota ini. Kalau tidak salah, saya ingin menyadur kalimat dari Om Budiman Hakim, salah seorang praktisi periklan yang kondang di negeri ini, seniman itu sejenis mahkluk yang paling sensitif di dunia hehe.., dalam penerapannya seni itu lahir dari pegulatan pribadi atau interkasi di sekitarnya, yang biasanya menghasilkan ide baru atau bahasa kerennya kreatifitas dengan menggunakan media apa saja.

Alangkah indahnya, kalau Balikpapan bisa memproduksi beberapa seniman atau pekerja seni handal yang bisa mempopulerkan dan mengedukasi kota lainnya di Kaltim, atau bahkan kancah nasional dan internasional melalui karyanya, hal ini bukan tidak mungkin apabila memang ada wadah yang mendukung ide kecil menjadi sesuatu yang besar..ya kan???

Menurut hemat saya, pekerja seni juga memperkaya sejarah, dengan media yang nyata, mereka mampu menggambarkan kehidupan sosial dari masa ke masa. Kedua, irisan dari kegelisahan ini juga mampu menjadi puzzle yang secara random mencerminkan budaya lokal. Ini kesimpulan sepihak dari saya, pasalnya jika saya membaca buku-buku karya orang Jepang misalnya, dari beberapa pengarangnya saya bisa mengambil garis merah, bahwa kemajuan tekhnologi yang pesat di negeri matahari ini ternyata berdampak pada kesepian yang luar biasa dasyatnya.

Manusia perlu eksistensi dalam merekam waktu, merekam kejadian atau peristiwa yang diwujudkan entah dalam bentuk yang sederhana atau aneh sekalipun, orang-orang yang memiliki bakatlah yang diharapkan bisa mengabadikan semua itu dalam sebuah karya. Tentunya, karya yang bisa merubah dunia, menggugah pemikiran dan menjadikan dunia lebih baik. Semoga BAF bisa menjadi salah satu jembatan untuk menjadikan Balikpapan sedikit berbeda dari pencitraan yang selama ini terbentuk, setidaknya ada pilihan beragam dari nilai kesukaan untuk generasi muda dalam membesarkan industri seni di Balikpapan.

Selamat Ulang Tahun yang ke-5 untuk BAF..bravo!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar